nulis lagi

 

Menulis ternyata bukan perkara yang mudah. Tidak hanya butuh kemauan tetapi juga harus butuh ketrampilan. Yang namanya ketrampilan semakin sering dilatih maka akan semakin baik. Sudah hampir satu semester lebih saya sudah tidak menulis. Dan hari ini saya paksaan diri saya untuk menulis. Entah tulisanya amburadul dan acak-acakan saya tidak peduli yang penting saya harus mencoba menulis, menulis dan menulis. Meminjam kata-kata dari Pramoedya Ananta Toer “ Seorang itu bolehlah pandai, tapi kalau mereka tidak menulis maka akan di lupakan di dunia. Menulislah, karna menulis adalah bekerja untuk keabadian”.

Dunia perkuliahan merupakan dunia yang sangat menyenangkan. Maka sudah sepatutnya kita semua bersyukur karena bisa merasakan dunia ini.   Dunia perkuliahan merupakan sebuah dunia pilihan karena disini karena di sini benar-benar di sediakan tempat untuk mengeksplor diri kita dengan bebagai macam kegiatan. Apalagi lagi di Kota pelajar JOGJAJAKARTA saya kira merupakan kota yang memiliki warna tersendiri di banding dengan kota lain. karena di sini kita tidak hanya belajar  ilmu pengetahuandan teknologi. Tatpi disini kita bisa belajar  seni, budaya, dan adat istiadat yang masih terjaga di tengah derasnya arus globalisasi.

Saya sendiri sangat tertarik dan memiliki rasa keingintahuan yang lebih dengan dunia keorganisasian. Sehingga sayapun mulai melakukan pengembaraan di dunia tersebut dengan mengikuti berbagai organisasi yang ada di kampus dari beberapa genre mulai dari yang bersifat kealumnian, kedaerahan, agama, sosial, bahkan  politik. Mulai dari yang bersifat senang-senang dan hura-hura hingga yang bersifat cukup serius yang kadang nalar otak saya sendiri tidak samapai ke sana. Alasan klasik bagi seoarang mahasiswa adalah pembagian waktu antara kuliah dan praktikum yang begitu padat dengan kegiatan organisasi. Dan saya sendiri adalah bukanlah seorang yang bisa mengatur waktu dengan baik. Sehingga selama kurang lebih 1,5 tahun menjadi seorang mahasiswa belum bisa maksimal di dunia yang saya senangi dan saya sendiri belum dapat banyak ilmu dari situ.

Sedikit ilmu yang bisa saya dapatkan dari situ adalah berbagai macam tipe kepemimpinan seseorang.  analisis pemikiran dangkal saya, terdapat 2 orang pemimpin.  Yang pertama Pemimpin yang lebih mementingkan  sebuah tujuan atau hasil dan  yang kedua pemimpin yang lebih mementingkan proses. Untuk pemimpin yang lebih mementingkan tujuan. Biasanya tipe-tipe orang yang ambisius. Yang di kejar hanyalah kerja-kerja dan kerja. Dan bisanya orang-orang yang seperti ini biasanya mementingkan kehendaknya. Dan selalu bilang saya telah mengorbankan ini ini dan ini. Mereka tak peduli kalau rekan seperjuanganya punya kesibukan lain. Pokoknya menganggap bahwa kesibukan lain yang di lakukan rekanya di luar organisasinya merupakan suatu hal yang tidak penting dan hanya buang-buang waktu. Dan cenderung menjadi seorang yang ketika memberikan sebuah perintah dengan nada menyuruh. Dan kadang kurang rasa apresiasi terhadap hasil kerja seseorang. Dan akhirnya akan di tinggalkan rekan kerjanya satu persatu.

Tipe pemimpin yang kedua adalah tipe orang yang mementingkan proses pembelajaran.  Yang ia bawa biasanya adalah nilai kebersamaan dan yang ia lakukan pertama kali bukanya kerja-kerja dan kerja. Tapi yang ia lakukan adalah mengompakan rekan-rekan seperjuangannya dulu. Ia menganggap rekan seperjuanganya sebagai keluarga. Dan ia menekankan rasa untuk memiliki. Biasanya memulainya acara-acara yang di mulai dengan hal-hal yang santai dulu. Tidak memaksakan kehendak dan bersifat toleran. Dan biasanya merupakan tipe pendengar yang baik. Dan merupakan orang dengan jiwa apresiasi yang tinggi. Dan setelah mereka sudah berhasil mengompakan timnya barulah ia mulai menjalankan program-program kerjanya. Dan hasil yang pengin ia capai bukan hanya kesuksesan dalam acara tetapi proses pembelajaran bagi rekan-rekanya. saya nilai ketika dalam pelaksanaan program kerja pemimpin yang tipe inilah yang cenderung lebih berhasil karena bisa membuat rekan-rekannya bekerja dengan hati.

Itulah sedikit pengetahuan dan analisis dangkal yang bisa saya share-kan. Yang berdasarkan pengalaman yang saya alami.  Buat teman-teman saya yang akan jadi pemimpin cobalah memanusiakan manusia jika ingin di manusiakan. Karena pada hakekatnya manusia itu cenderung untuk memilih tempat yang nyaman bagi dirinya. Saya jadi ingat statment yang cukup menarik pada sebuah film singapura yang berjudul “ i am not stupid” yang kurang lebih stamennya sebagai berikut bahwa segala sesuatu itu ada kuncinya. Tugas Pemimpin adalah mencoba mencarikan kunci yang sesuai buat rekan-rekanya bukan malahan memaksakan kunci yang memang tidak sesuai.

SELAMAT BERJUANG, SELAMAT MENGABDI, JAYALAH NEGERIKU……….!!!!

24-12-2012

 

 

Iklan

Mengejar Besasiswa # part 1

Experience is the best teacher itulah kata pepatah. Mungkin bisa menggambarkan kondisi saya pada tanggal 7 april 2012. Berawal dari sebuah semangat untuk meringankan beban orang tua untuk biaya kuliah. Sayapun mulai mencoba untuk mendaftar berbagai macam kesempatan beasiswa . Kesempatan beasiswa yang pertama kali bisa saya ikuti adalah Beasiswa 2003 dan Sahabat. Beasiswa ini di berikan oleh kakak alumni 2003 Teknik Geologi UGM dan Donatur lainnya yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan. Beasiswa ini di berikan kepada Mahasiswa di dua jurusan yaitu jurusan Teknik Geologi UGM dan Geofisika UGM.

                 Di sini saya mencoba untuk menjelaskan proses- proses yang ada dalam seleksi tersebut yang   benar-benar memberikan banyak  pelajaran berharga  bagi saya. Berikut adalah kegiatan yang ada pada proses seleksi ini. Yang pertama Sebelum memulai tes di sini setiap peserta di wajibkan untuk memperkenalkan diri satu persatu. Setelah memperkenalkan diri kemudian dari pihak pemandu acara ini , Mas Aris Prima menyuruh peserta lain untuk mengapresiasi peserta yang baru selesai memperkenalkan diri dengan memberikan power wush yaitu dengan tepuk tangan 3 kali dan di ikuti dengan kata-kata wush.

                Akhirnya tes yang di tunggu-tunggu datang juga tes yang pertama adalah tes menangkap hikmah dari sebuah tayangan video. Pada tes ini di tayangkan sebuah video konyol tentang seseorang yang ingin membuat sebuah roti tapi orang tersebut membuatnya tanpa adanya  persiapan yang matang sehingga mengakibatkan proses pembuatan tersebut berjalan cukup lama , ribet, serta hampir –hampir membahayakan si pembuatnya tersebut. karena dalam proses pembuatanya si pembuat ceroboh dan pisau yang di gunakan untuk memotong roti hampir saja memotong jari si pembuat. Sehingga mengakibatkan ia harus berhenti terlebih dahulu untuk mengobati lukanya yang berdarah-darah. Setelah melewati perjuangan yang panjang akhirnya ia berhasil mebuat roti tersebut. Setelah Video tersebut berakhir  setiap peserta di beri kesempatan waktu kurang lebih 3 menit untuk menuliskan hikmah dari peristiwa tersebut pada selembar kertas kosong . Setelah itu  beberapa peserta di beri kesempatan untuk menyampaikan pandangannya terhadap persoalan ini dan kebanyakan dari mereka menyatakan bahwa dalam melakukan sesuatu kegiatan harus di butuhkan persiapan dan kehati-hatian yang di pertimbangkan secara matang sehingga kegiatan tersebut dapat berjalan dengan effesien, efektif dan sesuai dengan yang di targetkan.Tapi saya sedikit berbeda pandangan dengan teman-teman yang lain, dan sayang saya belum sempat mengutarakan pendapat saya di hadapan para peserta lain. Dalam memandang kasus ini saya lebih menekankan pada nilai-nilai apresiasi yang di miliki oleh seseorang. Karena dalam hikmah yang coba saya tangkap bahwa menghasilkan suatu roti yang enak dan siapa untuk di makan sini membutuhkan perjuangan yang tidak mudah hingga si pembuat ini sempat jatuh bangun dan hampir frustasi untuk menyelesaikanya. Yang saya tekankan di sini adalah kecenderung manusia yang seringnya melihat dari sisi hasil saja tanpa memperhatikan bagaimana jerih payah untuk mendapatkan suatu hasil yang mengenakan tersebut. Manusia di sini termasuk saya, kadang kalanya sempat iri dengan teman-teman saya yang mendapatkan suatu keenakan atau yang lebih familiar dengan kata nikmat yang jenisnya beraneka ragam, Seperti berprestasi di bidang akademik maupun non akdemik di sini kadang kalanya saya berpikir kenapa si ini bisa dapet itu. Kenapa si itu bisa dapet ini dan pertanyaan-pertanyaan lainya yang kadang kalanya membuat saya menjadi orang-orang yang mengukufuri nikmat yang di berikan Allah SWT.  Bersambung……..

ASAM GARAM KEHIDUPAN

Berbicara mengenai hidup mungkin tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tidak pula sesusah menegakkan benang yang basah. Bisa juga di katakan susah-susah gampang. Ibarat pepatah mengatakan “ life is never flate”. Karena dengan itulah hidup kita akan menjadi semakin berwarna.

Di dalam hidup pasti akan ada permasalahan. Karena jika tidak punya masalah maka itu bukanlah hidup. Berganti status dari siswa menjadi mahasiswa merupakan kebanggaan bagi saya. Apalagi di salah satu jurusan favorit dari salah satu universitas ternama di Indonesia bernama Universitas Gadjah Mada. Namun, semua itu mungkin menjadi euforia sesaat bagi saya. Dulu sempat terlintas dalam pemikiran saya bahwa kuliah itu santai, bisa bebas dari orang tua, tidak banyak aturan, dan sebagainya. Sesuatu yang berbau enak dan menyenangkan. Tetapi idealita itu tampaknya belum saya temui sampai saat ini.

Seperti yang saya utarakan di awal bahwa hidup itu tidak lurus dan selancar seperti jalan tol yang bebas dari hambatan dan rintangan. Karena yang namanya benturan-benturan dan halang rintang pasti ada. Jika saya di suruh memilih sebagai seorang manusia biasa tentu pasti akan memilih jalan yang lurus tadi tapi nampaknya idealita itu tidak sama dengan realita karena permasalahan itu pasti selalu ada. Permasalahan yang ada dalam hidup bukanlah sesuatu yang harus di hindari, di takuti, atau bakan di abaikan tetapi itu semua harus di selesaiakan. Kerena lari dari semua permasalahan bukanlah malah menyelesaikan masalah tapi malah semakin menambah permasalahan. Derajat permasalahan yang ada tidaklah semua mudah untuk di selesaiakan. Tetapi yakinlah bahwa masalah itu pasti ada jalan keluarnya. Karena seperti ibarat pepatah mengatakan bahwa di balik jalan yang gelap pasti bakal di temukan ujung yang terang. Yang menjadi permasalahan bukanlah masalah itu tidak bisa di selesaikan tetapi yang menjadi permasalahan adalah mau atau tidak mau kita menyelesaikan permasalahan tersebut. Satu hal lagi  yang perlu di miliki dalam menghadapi masalah adalah mampu mengkomunikasikan masalah karena yang membuat orang tidak mampu menyelesaiakan masalah yaitu karena mereka lebih memilih untuk tenggelam dengan permasalahannya sendiri.

Laut yang tenang tidak akan menghasilkan pelaut yang tangguh itu mungkin kata-kata dari guru saya yang selalu saya kenang dan coba saya patrikan di jiwa saya ini. Hidup menjadi mahasiswa Geologi mungkin tidak semudah yang saya pikirkan sebelumnya. Karena di sini kita tidak hanya di tuntut untuk menjadi seorang yang cerdas secara intelektual tetapi kuat secara mental dan fisik. Kadang berbagai macam tempaan-tempaan yang ada tersebut membuat saya ingin lari dari maslaah tersebut. Apalagi di tambah dengan tugas-tugas perkuliahan yang begitu banyaknya dan berbagai aktivitas non akademis lainya baik yang di kampus maupun yang di luar kampus. Permasalahan ini menuntut saya juga untuk menjadi seorang time organizer yang handal. Permasalahan inilah  yang di hadapi oleh bukan hanya saya tetapi juga rekan-rekan satu jurusan saya mungkin juga yang lainya. Kadang yang namanya manusia hanya bisa merencanakan dan kadang rencana-rencana yang sudah di susun tidak sesusai dengan apa yang di harapkan karena kadangkala terdapat masalah insidental tertentu yang bisa merusak irama jadwal. Biasanya masalah-masalah tersebut adalah organisasi dan kegiaan non akademis lainya karena menjadi seorang mahasiswa tidak hanya di tuntut untuk mempelajari materi di balik bangku perkuliahan saja tetapi juga harus mampu memberikan sebuah kontribisi nyata, kontribusi nyata itu  saya pikir adalah melewati sebuah organisasi. Di sinilah yang namanya mahasiswa harus mampu untuk memprioritaskan kegiatan kegiatan mana yang lebih penting di antara yang lain. Jika manajemen itu sudah kita lakukan satu persatu maka permasalahan permasalahan yang ada pun akan mapu kita lewati. Berani hidup tak takut mati, takut mati jangan hidup, takut hidup mati saja” Tetap Semangat dan terus berkarya di balik keterbasan yang ada. HIDUP MAHASISWA INDONESIA…….!!!

 

Menjadi orang terdidik

Read the rest of this entry

DARAH JUANG

Darah Juang

Disini Negeri kami, tempat padi terhampar

Samuderanya.. kaya raya

Negeri kami subur Tuhan….

Di negeri permai ini

Berjuta rakyat bersimbah luka

Anak buruh tak sekolah

Pemuda desa tak kerja

Mereka dirampas haknya

Tergusur dan lapar

Bunda relakan darah juang kami

Tuk bebaskan rakyat

Padamu kami berjanji

Padamu kami berbakti

MUDIK

Apa Sih MUdik Itu?

Lebaran sebentar lagi tiba,berjuta umat manusia di Indonesia  bergerak melaju menuju kampung halamannaya.Berjuta-juta manusia berbondong mengantre di stasiun,terminal,dan bandara demi untuk mendapatkan secarik karcis.Panasnya terik matahari tak ia pedulikan,sesak penuhnya tempat tak ia hiiraukan demi untuk mencapai satu tujuan yaitu berkumpul dengan keluarga di hari kemenangan.Itu dia mudik.Mudik merupakan sebuah tradisi yang tidak asing lagi bagi bangsa ini.Fenonma besar ini telah meresep di semua relung-relung kehidupan bangsa.Bagi msyarakat Indonesia  lebaran tanpa mudik merupakan sebuah kekurangan sehingga ia rela mengatre berjam-jam,Berlama-lama di dalam di dalam kendaran,bahkan hingga  bergerak melaju hingga ratus kilo demi untuk menyempurkan dan merayakan hari kemenangan bersama keluarga tersayang di kampong halaman.

Mudik adalah kegiatan perantau untuk kembali ke kampung halamannya. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa, Mudik boleh dikatakan sebuah tradisi yang mutlak harus dilaksanakan. Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga sowan dengan orang tua..
Mudik diambil dari kata “udik” yang berati kampung atau jauh dari kota.
entah sejak kapan tradisi mudik pulang kampung di indonesia dimulai.Mudik saat ini menjelma menjadi berbagai demensi; Secara historis, menurut Umar Kayam (2002), mudik merupakan tradisi petani masyarakat Jawa yang sudah dikenal jauh sebelum berdiri Kerajaan Majapahit. , Pada awalnya, tradisi mudik ini dilakukan untuk membersihkan pekuburan dan doa bersama kepada dewa-dewa di kahyangan untuk memohon keselamatan kampung halamannya, yang dilaksanakan secara rutin setahun sekali. Tetapi, sejak Islam datang, tradisi ini terkikis sebab dianggap syirik. Mudik kemudian digantikan dengan ritus yang berbarengan dengan Idul Fitri, dan fenomena tersebut tidak hanya ada di Indonesia, namun juga negera-negara di asia seperti Malaysia dan Bangladesh, dan di negeri lain seperti China dan India, tradisi mudik biasanya di sesuai dengan hari besar keagaaman di negeri tersebut, karena biasana di sertai dengan hari libur yang relatif panjang daripada biasanya.

Berbicara dengan mudik mungkin tidak lepas dari namanya sebuah kesemerawutan,kriminilitas kecelakan dan sebagainya yang membuat kerja ekstra aparat kepolisian.Tetapi  blaik itu semua ternyata terdapat nilai-nilai luhur dari bangsa ini yang di ajarkan pada peristiwa ini.Salah satu diantaranya untuk mengikis sikap egoisme hidup dengan cara  menyambung kembali tali silaturahmi yang putus.Egoisme hidup yang selam setahun ini di pupuk demi memenuhi kebutuhan hidup dikikis dengan adanya peristiwa ini.Itu lah sepintas wacana tentang mudik.Inilah gambar situasi mudik di kereta.

Inilah  gambar situasi mudik kereta.

Bukan cuam orangnya saja bajaj pun tak mau kalah ikut mudik juga….

Beratus-ratus sepeda motor bersiap untuk mudik….

Apa Sih MUdik Itu?

Lebaran sebentar lagi tiba,berjuta umat manusia di Indonesia  bergerak melaju menuju kampung halamannaya.Berjuta-juta manusia berbondong mengantre di stasiun,terminal,dan bandara demi untuk mendapatkan secarik karcis.Panasnya terik matahari tak ia pedulikan,sesak penuhnya tempat tak ia hiiraukan demi untuk mencapai satu tujuan yaitu berkumpul dengan keluarga di hari kemenangan.Itu dia mudik.Mudik merupakan sebuah tradisi yang tidak asing lagi bagi bangsa ini.Fenonma besar ini telah meresep di semua relung-relung kehidupan bangsa.Bagi msyarakat Indonesia  lebaran tanpa mudik merupakan sebuah kekurangan sehingga ia rela mengatre berjam-jam,Berlama-lama di dalam di dalam kendaran,bahkan hingga  bergerak melaju hingga ratus kilo demi untuk menyempurkan dan merayakan hari kemenangan bersama keluarga tersayang di kampong halaman.

Mudik adalah kegiatan perantau untuk kembali ke kampung halamannya. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa, Mudik boleh dikatakan sebuah tradisi yang mutlak harus dilaksanakan. Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga sowan dengan orang tua..
Mudik diambil dari kata “udik” yang berati kampung atau jauh dari kota.
entah sejak kapan tradisi mudik pulang kampung di indonesia dimulai.Mudik saat ini menjelma menjadi berbagai demensi; Secara historis, menurut Umar Kayam (2002), mudik merupakan tradisi petani masyarakat Jawa yang sudah dikenal jauh sebelum berdiri Kerajaan Majapahit. , Pada awalnya, tradisi mudik ini dilakukan untuk membersihkan pekuburan dan doa bersama kepada dewa-dewa di kahyangan untuk memohon keselamatan kampung halamannya, yang dilaksanakan secara rutin setahun sekali. Tetapi, sejak Islam datang, tradisi ini terkikis sebab dianggap syirik. Mudik kemudian digantikan dengan ritus yang berbarengan dengan Idul Fitri, dan fenomena tersebut tidak hanya ada di Indonesia, namun juga negera-negara di asia seperti Malaysia dan Bangladesh, dan di negeri lain seperti China dan India, tradisi mudik biasanya di sesuai dengan hari besar keagaaman di negeri tersebut, karena biasana di sertai dengan hari libur yang relatif panjang daripada biasanya.

Berbicara dengan mudik mungkin tidak lepas dari namanya sebuah kesemerawutan,kriminilitas kecelakan dan sebagainya yang membuat kerja ekstra aparat kepolisian.Tetapi  blaik itu semua ternyata terdapat nilai-nilai luhur dari bangsa ini yang di ajarkan pada peristiwa ini.Salah satu diantaranya untuk mengikis sikap egoisme hidup dengan cara  menyambung kembali tali silaturahmi yang putus.Egoisme hidup yang selam setahun ini di pupuk demi memenuhi kebutuhan hidup dikikis dengan adanya peristiwa ini.Itu lah sepintas wacana tentang mudik.Inilah gambar situasi mudik di kereta.

Inilah  gambar situasi mudik kereta.

Bukan cuam orangnya saja bajaj pun tak mau kalah ikut mudik juga….

Beratus-ratus sepeda motor bersiap untuk mudik….